Pengertian Personal Statemen saat “Membuat Lamaran” untuk Beasiswa - Bagian # 2

Kamis, 17 Juli 2014 | komentar

Artikel ini adalah bagian ke 2 dari materi sebelumnya  

****** 
 
sophianeverson.tumblr.com


Menurut Mary Tolar, seorang ahli yang berpengalaman sebagai panitia seleksi beasiswa di State Rhodes Committee of Selection, mengatakan sebagai berikut

Personal Statement adalah:

  • Sebuah Gambar, yang merupakan esai pribadi yang seharusnya menggambarkan bahwa anda adalah seorang mahasiswa yang sangat potensial untuk sebagai penerima beasiswa dan sebagai alumni (nantinya) dari penerima beasiswa tersebut. 
  • Sebuah Undangan. Dengan membaca easai anda, panitia anda “undang” untuk mengenal anda secara pribadi, sehingga mereka menggap anda bukan sebagai orang asing dan akan menyambut anda (untuk menerima beasiswa tersebut).
  • Sebuah indikasi prioritas dan penilaian anda. Apa yang anda pilih untuk anda ceritakan dalam esai akan mempengaruhi panita seleksi karena mereka akan mengetahi apa yang menjadi prioritas bagi Anda. Jadi, apa yang anda katakana dan bagaimana anda mengatakannya akan menjadi sangat penting. 
  • Sebuah kisah, atau lebih tepatnya, cerita Anda. Setiap orang memiliki ceritanya sendiri, akan tetapi tidak semua orang dilahirkan sebagai pendongeng yang mahir (story teller). Oleh karenanya jika anda seperti kebanyakan orang, yang bisa menggambarkan kehidupan anda dalam sebuah drama yang mengesankan, maka anda perlu melakukan refleksi diri secara serius dan meminta pendapat teman, keluarga, mentor dan orang-orang yang bisa memberikan menunjukkan apa keistimewaan anda. 

Personal Statement adalah BUKAN: 


  • Sebuah makalah akademik dimana Anda adalah subjeknya. Makalah yang anda tulis di kampus biasanya didesain untuk menafsirkan akan data-data hasil penelitian dan menganalis perisitiwa yang terjadi, Oleh karenanya dalam makalah penggunaan kata “saya” sering dihilangkan. PADAHAL – sebuah personal statemen yang baik adalah bertujuan untuk “mempekecil jarak” - bahkan menghilangkan – antara anda dan paniyia seleksi. Untuk itu anda harus bisa “melibatkan” panitia pada saat membaca esai tentang anda. 

  • Sebuah resume dalam bentuk narasi. Jika anda membuat personal statemen seperti membuat resume pada umumnya yang berisi tentang: prestasi dan berbagai kelebihan yang pernah anda raih, maka hal itu menjadi sesuatu yang amat ringkas dan sangat mungkin menjadikan anda kehilangan kesempatan untuk menjadi kandidat yang terpilih. 

  • Sebuah jurnal. Ketika anda menulis buku harian, anda bisa menulisakan semua apa yang anda alami dan anda amati. Akan tetapi ketika membuat personal statemen gunakan hal-hal yang memang relevan untuk membantu menceritakan siapa anda. Ceritakanlah hal-hal yang membuat anda nyaman – dan bersiaplah untuk mendisuksikannya nanti ketika anda mendapat panggilan wawancara atas apa yang anda tuliskan. 

  • Sebuah “pembelaan” pembenaran untuk menerima beasiswa. Ingat esai anda bukan membuat panitia “tertarik atas kasus anda”. Membuat pembelaan agar anda menjadi seorang yang lebih layak mendapat beasiswa daripada kandidat lain, maka bersiaplah jika panitia memutuskan sebaliknya. 


Yang paling penting adalah, bahwa personal statement, adalah otentik. Artinya jangan pernah membuat kesalahan dengan mencoba menebak-nebak apa yang dicari oleh pantia sehingga anda menuliskan segala hal “yang ingin di dengar oleh panitia.” Kuncinya hanya satu: “Panitia hanyalah ingin tahu tentang anda!.









Share this article :

Poskan Komentar