Wajibnya Caleg Membina Calon Pemilih

Kamis, 16 Mei 2013 | komentar




"Mengapa nyoblos?"
"Males! Gak kenal sama calon-calonnya,"
"Datang dulu, baru nanti pilih yang mana..."

Banyak warga Indonesia masih tidak paham tujuan dar i Pemilu atau Pemilukada. Selain itu banyak  yang golput karena tidak mengenal calon-calon anggota legislatif yang bertebaran.

Lantas siapa yang punya kewajiban memahamkan mereka?
Yang terbesar adalah partai politik, wabil khusus para caleg tadi.

Para caleg  harus senantiasa mendekati dan berkomunikasi dengan calon pemilih di daerah pemilihannya setiap waktu, setiap waat  tidak hanya saat kampanye.

"Saya kan, baru resmi dicalonkan setahun sebelum pemilu?"

Justru karena hal itu, seharusnya pimpinan  dan pengurus partai wajib menilai bacalegnya yang intensif  berkomunikasi dengan masyarakat sehingga punya peluang terpilih yang tinggi. Para bacaleg yang aktif berkomunikasi dengan rakyat, memberdayakan rakyat, inilah yang patut diajukan sebagai calon legislatif peserta pemilu.

"Tapi butuh modal besar  untuk berkomunikasi intens dan memberdayakan rakyat!”

Berkomunikasi dengan efektif  bisa jadi tidak membutuhkan modal besar.  Begitu juga dengan memberdayakan rakyat tak harus menggunakan banyak uang.  Yang paling penting adalah berbuat sesuatu untuk rakyat dan mampu berkomunikasi dengan rakyat. Komunikasikan dengan rakyat apa-apa yang membuat mereka bisa berubah nasib menjadi lebih baik dan sejahtera

Rakyat harus bisa membayangkan bagaimana nasib mereka bila memilih calon tertentu. Rakyat perlu tahu siapa yang mewakilinya.

Begitu banyak ragam media yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan rakyat. Komunikasi yang efektif akan menghemat biaya, dan mendatangkan hasil yang berkualitas, demi kebaikan bersama.

Bagaimana komunikasi yang efektif??

Kami siap membantu...


Share this article :

Poskan Komentar