Kampanye Kok Nyuruh-nyuruh!

Senin, 01 Oktober 2012 | komentar


"Mari berubah!""Ayo berubah!""Ayo membangun Indonesia!""Ayo bertindak memperbaiki kota!"

Kata-kata seperti itu sering kita baca, kita dengar dalam kampanye pemilihan umum, baik daerah maupun nasional. Isi dari kata-kata itu adalah ajakan dari calon pemimpin atau calon wakil rakyat. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa kata-kata ajakan juga bisa dimaknai sebagai perintah. Padahal pemimpin adalah pelayan rakyat, apalagi wakil rakyat.

"Belum terpilih sudah nyuruh-nyuruh! Apa jadinya kelak kalau sudah memimpin atau dapat kursi dewan?!?"

Pemimpin maupun wakil rakyat mendapatkan amanah dari rakyat untuk melayani rakyat demi kebaikan dan kesejahteraan rakyat. Pemimpin yang baik memiliki visi dan misi kesejateraan seluruh rakyat yang dipimpinnya, yang pada saat pemilu sebagian besar memilihnya. Visi dan misi yang dia miliki bukanlah dibebankan pada rakyat, tapi ditawarkan kepada rakyat untuk bersama-sama berjuang melaksanakan dan meraihnya. Kegagalan pelaksanaan misi adalah kesalahan terbesar pada pemimpinnya. Dan keberhasilan misi adalah keberhasilan pemimpin  berkomunikasi dengan rakyat sehingga rakyat bersedia mendukung dan bertindak menyukseskan misi untuk mencapai visi.

Bila pada saat kampanye sang calon pemimpin atau wakil rakyat ini sudah tidak bisa berkomunikasi dengan baik, kurang tepat memilih kata-kata, bagaimana mungkin kelak berhasil berkomunikasi dengan baik saat memimpin.

"Bung Fulan  siap melayani Anda membangun Kota""Bung Fulan selalu bersama rakyat menuju Kota yang sejahtera""Bung Fulan mengabdi untuk pembangunan""Bung Fulan hidup untuk perubahan nasib rakyat"

Terdengar lebih baik khan?

Setiap calon pemimpin atau wakil rakyat yang baik, yang menjadi peserta pemilihan umum, pasti sudah memiliki program kerja yang bagus. Sebagus apapun program kerja bila gagal dikomunikasikan kepada rakyat pasti gagal karena tidak didukung. Karena itukomunikasi yang efektif mutlak diperlukan dalam menyampaikan program kerja. Para peserta pemilu sebaiknya memiliki team ahli komunikasi atau memiliki konsultan komunikasi agar bisa efektif berkomunikasi dalam kampanyenya menggunakan berbagai media yang ada.

Share this article :

Poskan Komentar