Menulislah Tanpa Perasaan

Rabu, 12 September 2012 | komentar


Kalau mau punya karya tulis itu jangan terlalu pakai perasaan. Benar...Orang yang ingin nulis tapi gak nulis-nulis itu karena terlalu pakai perasaan. Bila ingin punya karya tulis hindari main perasaan. Jadi penulis itu harus gak punya perasaan saat nulis. "Lho?! Bagaimana sich? Masa nulis gak pakai perasaan? Bukannya justru tulisan itu ungkapan perasaan?!?! Bagaimana jadinya nulis gak pakai perasaan??! Seperti apa tulisan yang ditulis tanpa perasaan??!?!?"

Maksudnya begini…: orang yang gagal menulis itu karena dia terlalu memikirkan bagaimana perasaan orang yang membaca tulisannya padahal dia belum nulis apa-apa. Dia juga terlalu memikirkan perasaan dirinya sendiri kelak bila ada pembaca yang mengomentari karya tulisannya. Dia khawatir, bahkan takut, bila ada pembaca yang tidak suka tulisannya kemudian berkomentar. Dia tidak mau sakit hati, atau malu, atau kecewa, bila tulisannya kelak dikomentari pedas atau dikritik atau ditertawakan, padahal dia khan belum juga mulai menulis…!

Baru menulis satu kalimat sudah membayangkan tentang perasaan sakit hati karena dikomentari pedas, tentu saja tidak akan mungkin bertambah kalimat. Baru menulis beberapa kata sudah khawatir ditertawakan, mana mungkin bisa jadi sebuah kalimat. Bahkan baru terlintas di benak apa yang akan dituliskan sudah membayangkan wajah-wajah sinis pembaca yang meremehkan.

Menulis itu ya tulis aja dulu. Tuliskan isi pikiran atau isi perasaan tapi jangan dulu pakai perasaan, tuliskan saja semuanya, karena apa yang berhasil kita tuliskan khan tidak langsung bisa dibaca oleh orang lain. Tuliskan saja semuanya, tanpa memikirkan bagaimana perasaan pembaca atau reaksi mereka. Setelah semuanya tertuang dalam tulisan, pastikan kita sendiri yang menjadi pembaca pertama. Saat jadi pembaca tulisan sendiri inilah baru kita gunakan perasaan, untuk mengedit, untuk memperbaiki, untuk memperindah.

Adalah beda antara menuliskan perasaan dan menulis dengan perasaan.

...Segeralah menulis tanpa perasaan...

...Mulailah menulis isi perasaan Anda dengan mengabaikan perasaan.

...Setelah selesai menulis jadilah orang pertama yang membaca hasil tulisan Anda sendiri.

...Bacalah tulisan Anda dengan menggunakan perasaan untuk memperbaikinya sebelum dibaca orang lain.

...Bila menginginkan hasil yang luar biasa Anda bisa juga menghubungi penyedia jasa penulisan atau jasa konsultasi menulis.

*****
gambar diambil dari sini


Share this article :

Poskan Komentar